Sunday, December 7, 2008

Belajar Berdiri Sendiri

Aiko mulai belajar berdiri sendiri ketika usia 10 bulan. Sebelumnya Aiko hanya mau berdiri jika ada benda yang dapat Aiko jadikan pegangan. Ketika Papa tepuk tangan, Aiko trus menjatuhkan diri, mungkin karena masih belum seimbang betul plus rada kaget. Tapi lucunya, Aiko mengira Papa memberikan tepuk tangan untuk usaha menjatuhkan dirinya itu. Jadi, Aiko mencoba berdiri lagi untuk kemudian sengaja menjatuhkan diri, berdiri lagi, lagu menjatuhkan diri lagi, berdiri lagi, menjatuhkan diri lagi, dst.
"Waduh, Aiko, kok malah jatuh-jatuh melulu sih, berdirinya nggak perlu pake jatuh, dong!" begitu kata Papa.
Sabar dong, Pa, namanya juga lagi belajar. Salah sendiri pas jatuh malah ditepuktangani. Eh, tepuk tangannya buat berdirinya Aiko, ya? Hihihi, salah, ya? Maaf, ya, Pa, lain kali Aiko gambatte lagi.

Kalau bayi anda, usia berapa mulai belajar berdiri sendiri?

Saturday, December 6, 2008

Saat Pertama Kurasakan Kau Ada (Tanda Awal Kehamilan)

Tanda-tanda awal kehamilan sering tidak begitu khas. Waktu itu kata Bunda, Papa dan Bunda sempat tidak tahu kalau Aiko sudah ada. Habisnya, tandanya nggak jelas sih.

Ok, mari kita cocokkan apa yang terjadi dengan Bunda waktu itu dengan tanda awal kehamilan di buku kedokteran:

- Ada flek darah? Tidak ada atau tidak tahu? Kalau Bunda sih tidak tahu. Ketika sel telur menempelkan dirinya ke dinding rahim, akan terjadi sedikit perdarahan. Perdarahan ini berwarna lebih terang dibandingkan warna darah menstruasi, biasanya hanya sedikit dan sebentar, sehingga sering tidak begitu diperhatikan.

- Mual pagi hari? Meskipun disebut morning sickness, serangan mual pada kehamilan muda bisa terjadi kapan saja. Bunda juga gitu, mualnya malah jarang di pagi hari. Untungnya bunda nggak sampai muntah. Kalau yang lain katanya sampai muntah-muntah. Kalau muntahnya berat harus ke dokter loh. Ohya, kata bunda rasa mualnya berkurang banget dengan permen jahe.

- Payudara/puting susu membesar? Terasa lebih penuh atau lebih berat? Wah, sayangnya tidak begitu dirasakan sama bundanya Aiko pas di awal kehamilan. Teorinya, perubahan hormon yang terjadi ketika wanita hamil akan menyebabkan kelenjar susu di payudara mulai bersiap-siap untuk memproduksi susu. Kata Bunda, terasa membesarnya pas usia kehamilan akhir bukan di awal kehamilan.

- Sakit kepala? Ya, Bunda waktu itu sering mengeluh sakit kepala. Tapi masalahnya Bunda sering sakit kepala kalau capek, kurang minum, atau kurang duit, hihihi.

- Pusing? Eh, apa sih bedanya pusing ama sakit kepala? Kalau pusing itu seperti "melayang" atau "berputar", kalau sakit kepala itu nyeri, biasanya terasa cenut-cenut.

- Gampang capek? Ah nggak juga, Bunda masih kerja kok sampe hamil 7 bulan, masih kuat nyepeda juga loh, hebat, kan? Bunda berhenti kerja juga bukan karena gampang capek, tapi karena takut terjadi apa-apa.

- Nyeri atau seperti kram perut? Yang ini sering dikira gejala maag. Jadi, bagi para calon ibu yang tiba-tiba kena serangan nyeri di perut jangan buru-buru minum obat maag, yah.

- Sensitif terhadap bau-bau tertentu. Wah, ini betul sekali, kata Bunda. Bunda waktu itu eneg banget dengan bau dapur! Yah terpaksa deh Papa yang masak. Hihi, nggak bisa ngebayangin rasanya masakannya Papa:)

- Ngidam? Betul sekali temen-temen. Kata orang sih ini bisa-bisanya wanita hamil untuk nyari perhatian dari suaminya. Tapi kata Bunda nggak dibikin-bikin kok! Waktu itu, Bunda ngidam makanan yang aneh-aneh. Kasian deh Papa, hihihi. Lagi di Jepang ngidamnya jajanan pasar...

- Sering buang air kecil? Kata Bunda sih nggak begitu di awal kehamilan.

- Tambah jarang buang air besar? Perubahan hormon yang terjadi menyebabkan pencernaan berjalan lebih lambat, jadi lebih jarang buang air besar. Tapi Bunda nggak ngalamin.

- Jadi tambah emosional? Wah, kata Papa sih enggak sama sekali. Maksudnya, hamil enggak hamil ya gitu-gitu, hihihi.

Wah, tanda awal kehamilan itu ternyata nggak begitu jelas ya? Bunda waktu itu awalnya flu, terus karena pas flu jadi malas makan, lalu mengeluh mual dan perut terasa tidak enak, jadi ya dikira maag. Jadi kesimpulannya, tanda awal kehamilan itu tidak khas, dan masing-masing mempunyai pengalaman yang tidak sama. Untuk pastinya, ya pakai tes kehamilan atau periksa ke dokter aja kalau telat menstruasi.

Saturday, November 29, 2008

Makanan Pengganti ASI Aiko yang Pertama


Di Jepang, makanan pengganti ASI biasanya diberikan pertama kali usia 5 bulan. Kalau Aiko sih dimulai ketika usia 6 bulan. Makanan pertama Aiko adalah pisang, yang dilembutkan oleh Bunda. Sebelumnya, Aiko diminumi ASI dulu oleh Bunda, baru kemudian dilanjutkan dengan pisang. Wah Aiko lahap sekali makannya, hampir setengah bagian pisang dihabiskan sendiri oleh Aiko. Karena makanannya berubah, pola buang air besar Aiko juga berubah. Di hari-hari pertama Aiko mendapatkan makanan padat Aiko mengalami peningkatan frekuensi buang air besar, hampir sepuluh kali sehari. Ups, perutnya Aiko kaget mungkin, ya? Oleh karena itu, makanan pengganti ASI distop dulu untuk sementara waktu. Setelah 5 hari, tanpa obat apapun, pola buang air besar Aiko kembali normal. Setelah itu Aiko diberi makanan pengganti ASI lagi,mula-mula beberapa sendok, kemudian ditingkatkan sedikit demi sedikit. Dan tentu saja pakai pisang, murah tapi meriah...
Kalau bayi Anda, kapan pertama kali diberikan makanan pengganti ASI?

Kata Pertama Aiko

Apa kata pertama yang keluar dari bayi anda? Papa? Mama? Dada? Sebelum Aiko mengucapkan kata pertamanya, papanya selalu mengajarkan kata papa.

"Ayo, Ko, bilang, pa pa pa pa pa pa pa"...sampai bundanya protes, "nggak mau, harus mama dulu!"

"Papa dulu!"

"Mama dulu!"

"Papa!!"

"Mama!!!"

"Papa!!!!"

"Ya sudah sana Papa yang nyusuin Aiko!"

Kalau kalimat itu sudah keluar, itu artinya, pelajaran untuk mengatakan kata papa dihentikan dulu, hehehe.

Namun akhirnya, kata pertama yang keluar dari mulut Aiko adalah "mama", lalu diikuti dengan "tata", "dada", "tete", "mamam", "meme", "wawa", dan .... sampai sekarang belum bisa mengatakan "papa". Kenapa ya?

Halo Semua

Disini tempat Aiko bermain, bercerita, dan bercanda. Ayo datang kesini, main bersama Aiko.